Tata Kelola Surplus Beras Untuk Memperkuat Ketahanan Pangan dan Diplomasi Ekonomi

Authors

  • Joana Kriskinantyas Rahayu Pusjar SKPP, Lembaga Administrasi Negara, Indonesia
  • Dwi Nurisma Pusjar SKPP, Lembaga Administrasi Negara, Indonesia
  • Rustan Amarullah Pusjar SKPP, Lembaga Administrasi Negara, Indonesia

Abstract

Produksi pangan tahun 2025 menempatkan Indonesia pada posisi surplus beras signifikan, ditopang oleh peningkatan produksi dan penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Di saat yang sama, sejumlah negara ASEAN maupun di luar ASEAN menghadapi tekanan pasokan dan mulai menjajaki kerjasama impor dari Indonesia, membuka peluang strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus posisi ekonomi global. Namun demikian, tanpa tata kelola ekspor yang ketat, stabilitas harga dan pasokan domestik berisiko terganggu. Oleh karena itu, policy brief ini menawarkan alternatif solusi kebijakan ekspor yang aman seperti, Domestic First Policy melalui penguatan produksi dan perlindungan hulu-hilir, Optimalisasi Perlindungan harga, pasar dan petani, serta pembentukan National Rice Export Framework (NREF). Sehingga dengan adanya alternatif solusi ini surplus beras dapat menjadi instrumen penguat ketahanan pangan dan diplomasi ekonomi, bukan hanya menjadi sumber kerentanan baru.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Rahayu, J. K., Nurisma, D., & Amarullah, R. (2026). Tata Kelola Surplus Beras Untuk Memperkuat Ketahanan Pangan dan Diplomasi Ekonomi. Suara Analis Kebijakan, 4(1). Retrieved from https://sajak.lan.go.id/article/view/121