Sejauh Mana Kebijakan Food Loss & Waste Sektor Pariwisata Diperlukan?

Authors

  • Raditya Analis Kebijakan, Kementerian Pariwisata

Keywords:

food loss, food waste, pariwisata, susut pangan, sisa pangan

Abstract

Masalah food loss and waste (FLW) atau susut dan sisa pangan (SSP) telah menjadi masalah global, termasuk Indonesia pada sektor pariwisata. Indonesia merupakan penghasil limbah pangan terbesar di ASEAN yang jumlahnya terus meningkat sejak tahun 2000-2019. Di sisi lain, sektor pariwisata, khususnya industri hotel, restoran, dan katering menduduki urutan kedua sebagai penyumbang terbesar SSP. Apabila tidak ditangani, masalah SSP akan berkembang menjadi masalah lingkungan, iklim, inflasi ekonomi, ketahanan pangan, dan ketimpangan sosial. Bagi pariwisata, hal tersebut akan mengurangi daya saing destinasi. Selain itu, sepertinya kurang etis di saat pemerintah berjuang keras mewujudkan program makan bergizi gratis (MBG), industri pariwisata malah membiarkan terjadinya pemborosan makanan akibat SSP. Untuk itu, kebijakan pengelolaan SSP pada sektor pariwisata perlu diarahkan pada penguatan regulasi, penerapan insentif/disinsentif, inovasi teknologi, edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi. Bagi pemerintah, langkah strategis yang perlu dilakukan pada tahap awal adalah menyusun dokumen perencanaan penanganan SSP pada sektor pariwisata, berupa peta jalan, rencana induk, pedoman, atau sejenisnya ditetapkan dalam peraturan menteri.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-04-27

How to Cite

Raditya. (2026). Sejauh Mana Kebijakan Food Loss & Waste Sektor Pariwisata Diperlukan?. Suara Analis Kebijakan, 4(2). Retrieved from https://sajak.lan.go.id/article/view/135

Issue

Section

Policy Brief