Dari Meuseuraya Hingga Masohi: Menghidupkan Kearifan Lokal Dalam Rehabilitasi Bencana
Abstract
Rehabilitasi pasca bencana di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa lemahnya kolaborasi lintas aktor, belum terintegrasinya kearifan lokal, serta terbatasnya kapasitas mediasi konflik di tingkat daerah. Kebijakan yang selama ini berfokus pada pemulihan fisik belum sepenuhnya menjawab persoalan sosial seperti distribusi bantuan, relokasi, dan marginalisasi kelompok rentan. Untuk itu, diperlukan pendekatan yang lebih inklusif melalui Community-Based Post-Disaster Rehabilitation Program (CB-PDRP) yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dengan dukungan pemerintah, serta Dialogue for Peace yang memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan komunitas lokal dalam mediasi konflik dan dialog sosial. Dengan menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah serta mengintegrasikan kearifan lokal, diharapkan rehabilitasi pasca bencana dapat menghasilkan pemulihan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana di masa depan
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

