Memahami Bencana Banjir Bandang Sumatera sebagai Risiko Pembangunan
Keywords:
banjir bandang sumateraAbstract
Sangat naif jika banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 dipahami sebagai sekadar bencana alam. Besarnya skala korban, banyaknya masyarakat terdampak, serta besarnya kebutuhan anggaran pemulihan yang diperlukan, menjadi petunjuk adanya risiko strategi kebijakan pembangunan yang harus dipahami secara utuh oleh para pengambil kebijakan.
Banjir harus dilihat dalam perspektif risiko yang dibentuk dan dikelola melalui keputusan pembangunan dan kebijakan publik. Pola pemanfaatan ruang, pengelolaan wilayah hulu, arah pembangunan ekonomi, serta kapasitas koordinasi dan penegakan aturan berperan besar dalam menentukan siapa dan apa yang terdampak ketika hujan ekstrem kemudian memicu terjadi banjir.
Kasus banjir bandang Sumatera menunjukkan bahwa bencana merupakan cermin dari proses pembangunan dan kebijakan jangka panjang. Pendekatan berbasis risiko membantu menajamkan wawasan yang berfokus pada peristiwa tunggal ke proses yang membentuk risiko. Policy brief ini mengkonstruksikan pemahaman yang utuh agar pengelolaan risiko dapat ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan pembangunan jangka panjang di Indonesia.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 eddi wibowo, harnawan ismunarto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

