Wajah Baru UMKM Kabupaten Badung: Digitalisasi merubah pola pemasaran produk UMKM
Keywords:
UMKM, DigitalisasiAbstract
Policy brief ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan dampak digitalisasi terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Badung, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang strategis untuk meningkatkan tingkat adopsi teknologi digital. Permasalahan rendahnya adopsi digital oleh UMKM di Kabupaten Badung karea kurangnya program pelatihan yang memadai. Hal ini diperparah oleh beberapa faktor pendukung, yaitu: literasi digital yang rendah di kalangan pelaku usaha, pengelolaan usaha yang masih kurang, dan keterbatasan akses terhadap infrastruktur pendukung. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi UMKM. Data menunjukkan bahwa UMKM yang telah menerapkan digitalisasi di Kabupaten Badung mengalami dampak positif yang signifikan, terutama dalam bentuk peningkatan omzet (70%) dan perluasan pasar (62%). Sebagai pilar utama perekonomian yang menyumbang mayoritas PDB nasional dan lapangan kerja, transformasi digital UMKM menjadi krusial untuk menjaga daya saing dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Tanpa intervensi, kesenjangan digital akan semakin melebar dan menghambat potensi pertumbuhan. Terdapat tiga alternatif solusi utama, yaitu: Alternatif 1: Pelatihan Gratis Kolaboratif, Alternatif 2: Portal Online (LMS) dan Alternatif 3: Pendanaan Berkelanjutan via CSR.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 agus sugianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

