Reformasi Sistem Pemilu Legislatif Dalam Memperkuat Kualitas Demokrasi dan Representasi Rakyat
Abstract
Pemilu legislatif di Indonesia menghadapi persoalan serius yang mengancam kualitas demokrasi. Hal ini disebabkan
kualitas representasi politik dalam pemilu legislatif Indonesia masih terdistorsi oleh kombinasi sistem proporsional
terbuka dan tingginya biaya politik yang mendorong kompetisi berbasis modal, melemahkan kaderisasi partai, serta
menurunkan kepercayaan publik. Reformasi yang diusulkan dilakukan secara bertahap melalui penguatan tata kelola
dalam sistem yang ada dan, dalam jangka menengah, penataan kembali desain sistem pemilu menuju model yang lebih
menekankan seleksi berbasis merit. Dengan optimalisasi peran Komisi Pemilihan Umum dalam transparansi data
kandidat, penguatan pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum, serta peningkatan kualitas kaderisasi partai,
kebijakan ini diproyeksikan mampu menurunkan praktik politik uang secara signifikan, memperluas akses kandidat non
elite, dan meningkatkan kualitas legislator terpilih. Secara konkret, dalam 3–5 tahun, reformasi ini berpotensi menekan
angka golput, meningkatkan keterwakilan kelompok strategis seperti perempuan dan pemilih muda, serta memperkuat
fungsi legislasi dan pengawasan. Dalam jangka panjang, manfaatnya mencakup terbentuknya sistem politik yang lebih
akuntabel, efisien, dan berorientasi pada kepentingan publik, sehingga memperkuat legitimasi demokrasi dan stabilitas
pemerintahan
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fadlun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

