Pembangunan Ekonomi Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Mendorong Kemajuan Daerah
Abstract
Seluruh faktor-faktor berpengaruh terhadap pemanfaatan ekonomi digital oleh pelaku UMKM di daerah dipetakan melalui proses wawancara (via zoom) terhadap 9 Pemerintah daerah, dilanjutkan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap 4 pemerintah daerah. Selain itu, untuk melengkapi informasi terkait ekonomi digital yang inklusif, juga dilakukan melalui wawancara kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Koperasi dan UKM.
Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan melalui proses wawancara dan juga studi kepustakaan, secara umum terdapat beberapa permasalahan yang menjadi kendala dalam memanfaatkan ekonomi digital di Daerah. Keenam permasalahan tersebut meliputi pola pikir pelaku UMKM, dukungan infrastruktur digital, kualitas produk dan pemasaran, sumber daya manusia, kebijakan pendukung, serta pendataan pelaku UMKM Go-Digital..
Untuk mengatasi persoalan pada masing-masing permasalahan tersebut, telah diisusun strategi kebijakan yang tepat agar dapat secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan kontribusi ekonomi digital di daerah. Strategi penguatan pembangunan UMKM digital yang inklusif dan berkelanjutan dibagi ke dalam dua strategi, yaitu strategi kebijakan umum dan strategi kebijakan khusus. Strategi kebijakan umum diterapkan oleh kementerian/ lembaga serta pemerintah daerah yang berlaku secara umum. Adapun strategi khusus dapat dibagi ke dalam 3 kelompok daya saing wilayah, yaitu (1) daerah dengan daya saing digital rendah, (2) daerah dengan daya saing digital menengah, dan (3) daerah dengan daya saing digital tinggi.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

