Dual Track Strategy: Transformasi Tata Kelola Pekerja Migran Sirkuler Di Kabupaten Kepulauan Meranti
Keywords:
Pekerja Passing, Migrasi Sirkuler, Sustainable Livelihood Framework, Kepulauan Meranti, Indonesia, MalaysiaAbstract
Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi lonjakan masif fenomena "Pekerja Passing"—migrasi sirkuler lintas batas ke Malaysia yang dipicu desakan ekonomi pascapandemi. Meskipun menyumbang remitansi, ketergantungan pada jalur non-prosedural menciptakan Adverse Incorporation, di mana warga terjebak risiko hukum dan prekaritas sosial akibat prosedur resmi yang mahal dan kaku. Analisis berbasis Sustainable Livelihoods Framework (SLF) mengidentifikasi adanya kegagalan sistemik serta kesenjangan akses layanan publik yang memaksa warga beralih ke jaringan informal.
Policy brief ini merekomendasikan Strategi Jalur Ganda sebagai solusi integratif. Jangka pendek, Pemerintah perlu mengaktivasi Special Border Treatment melalui Pas Lintas Batas (PLB) khusus. Jangka panjang, diperlukan penguatan kelembagaan melalui pembentukan Unit Layanan P4MI di Selatpanjang serta kolaborasi G-to-G tingkat lokal. Pendekatan ini bertujuan mentransformasi migrasi sirkuler menjadi jalur kesejahteraan yang aman, legal, dan berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Robert Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

