Dual Track Strategy: Transformasi Tata Kelola Pekerja Migran Sirkuler Di Kabupaten Kepulauan Meranti

Authors

  • Robert Saputra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Kepulauan Meranti

Keywords:

Pekerja Passing, Migrasi Sirkuler, Sustainable Livelihood Framework, Kepulauan Meranti, Indonesia, Malaysia

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi lonjakan masif fenomena "Pekerja Passing"—migrasi sirkuler lintas batas ke Malaysia yang dipicu desakan ekonomi pascapandemi. Meskipun menyumbang remitansi, ketergantungan pada jalur non-prosedural menciptakan Adverse Incorporation, di mana warga terjebak risiko hukum dan prekaritas sosial akibat prosedur resmi yang mahal dan kaku. Analisis berbasis Sustainable Livelihoods Framework (SLF) mengidentifikasi adanya kegagalan sistemik serta kesenjangan akses layanan publik yang memaksa warga beralih ke jaringan informal.

Policy brief ini merekomendasikan Strategi Jalur Ganda sebagai solusi integratif. Jangka pendek, Pemerintah perlu mengaktivasi Special Border Treatment melalui Pas Lintas Batas (PLB) khusus. Jangka panjang, diperlukan penguatan kelembagaan melalui pembentukan Unit Layanan P4MI di Selatpanjang serta kolaborasi G-to-G tingkat lokal. Pendekatan ini bertujuan mentransformasi migrasi sirkuler menjadi jalur kesejahteraan yang aman, legal, dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-02

How to Cite

Saputra, R. (2026). Dual Track Strategy: Transformasi Tata Kelola Pekerja Migran Sirkuler Di Kabupaten Kepulauan Meranti. Suara Analis Kebijakan, 4(4). Retrieved from https://sajak.lan.go.id/article/view/183

Issue

Section

Policy Brief