Mitigasi Dampak Konflik di Selat Hormuz Terhadap Industri Strategis Nasional
Keywords:
geopolitik, selat hormuz, industri strategis, mitigasiAbstract
Eskalasi konflik Iran–AS–Israel yang membuat terblokade Selat Hormuz menjadi ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia yang memengaruhi pasokan crude oil, LPG, LNG, naphtha, ammonia, sulfur, polypropylene, polyethylene, dan berbagai bahan baku industri nasional. Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku energi dan petrokimia dari kawasan Teluk Persia menyebabkan gangguan pada jalur ini dapat memicu kenaikan harga BBM, pupuk, plastik, produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG), pampers, masker, farmasi, tiket pesawat, hingga inflasi pangan dan penurunan daya beli masyarakat. Masalah utama bukan semata kenaikan harga, tetapi potensi berhentinya mesin pertumbuhan ekonomi akibat gangguan pasokan industri strategis. Risiko tersebut dapat berkembang menjadi kontraksi manufaktur, PHK, pelemahan konsumsi rumah tangga, tekanan fiskal, pelemahan rupiah, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai solusi, dipilih opsi terbaik berupa pembentukan Sistem Peringatan Dini Guncangan Pasokan Nasional dan Cadangan Strategis Wajib yang didukung diversifikasi pemasok serta perlindungan fiskal tertarget. Pilihan ini didasarkan pada efektivitasnya dalam menjaga keberlangsungan produksi nasional, menekan inflasi akibat bahan baku impor, dan mencegah penutupan industri sebelum krisis berkembang menjadi guncangan makroekonomi nasional. Rekomendasi utama adalah segera membentuk satgas lintas K/L dan dunia usaha untuk memetakan stok penyangga industri prioritas, menetapkan daftar bahan baku kritis nasional, menjalankan diversifikasi pemasok global, serta membangun dashboard nasional stok strategis industri secara real-time.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frendy Afandi, Evita Manthovani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

