Rescuer Mental Health In Search And Rescue (SAR) Operations: Challenges, Risk, and Intervention Strategies
Abstract
Profesi rescuer dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sering menghadapi tekanan psikologis tinggi akibat paparan kejadian traumatis, tuntutan kerja ekstrim, dan risiko keselamatan. Tekanan psikologis seperti stres kronis, kecemasan, depresi, dan post-traumatic stress disorder dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara beban kerja, dukungan organisasi, dan ketahanan individu.Risiko keselamatan seperti terjatuh, tertimpa material, terluka, terbakar, terseret arus, tenggelam, terkontaminasi gas beracun/radioaktif, hipotermia, dekompresi dan cidera disebabkan oleh kondisi kerja yang tidak aman (unsafe condition). Kemampuan bertindak cepat, tepat dan aman dalam rangka menyelamatkan korban menjadi tuntutan pekerjaan bagi seorang rescuer. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental merupakan komponen penting dalam produktivitas kerja dan kesejahteraan individu. Dalam konteks SAR, kesehatan mental menjadi faktor kunci yang mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan dan keselamatan operasi SAR. Kajian ini bertujuan mengembangkan model konseptual dan indeks kesehatan mental rescuer berbasis faktor individu, organisasi, dan operasional. Pentingnya integrasi kebijakan kesehatan mental dalam sistem manajemen SAR untuk meningkatkan efektivitas layanan operasi SAR dan keselamatan personil.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andriansyah, Narita Mayasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

