Mengurai Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi : Dari Budaya Permisif menuju Sistem Perlindungan Terintegrasi
Abstract
Kekerasan seksual di perguruan tinggi merupakan masalah serius yang mengancam hak civitas akademika,
merusak integritas institusi, dan menghambat terciptanya ekosistem akademik yang sehat. Berdasarkan
problem tree analysis, permasalahan ini dipengaruhi oleh budaya permisif, relasi kuasa yang timpang, lemahnya
sistem kelembagaan, serta tingginya underreporting akibat minimnya perlindungan korban. Oleh karena itu,
policy brief ini menawarkan lima solusi utama, yaitu Perlembagaan Bystander Intervention Training (BIT) sebagai
kurikulum wajib, integrasi victim-centered approach dalam sistem kampus, standardisasi kapasitas Satgas
PPKS, pembentukan National Blacklist Registry, serta pembangunan SIPPKS-NET sebagai sistem penanganan
nasional terintegrasi. Kelima solusi dilakukan secara bertahap sehingga mampu membangun ekosistem
perlindungan yang sistemik, memperkuat pemulihan korban, serta membatasi ruang gerak pelaku di lingkungan
pendidikan tinggi.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tri Noor Aziza, Miftahul Heldra Sandiza, Joana Kriskinantyas Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

