Memperkuat Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan-Anak di Kota Bandung

Authors

  • Junus J Beliu Dosen Universitas Terbuka
  • Yusinta N. Fina Dosen Universitas Terbuka
  • Noveni M. Malle Dosen Universitas Terbuka

Keywords:

Kebijakan Publik, Kesetaraan Gender, Anak Usia Dini, Perempuan

Abstract

Kota Bandung mencatat kemajuan yang signifikan dalam kesetaraan gender: Indeks Ketimpangan Gender (IKG) turun dari 0,386 (2020) menjadi 0,185 (2025), jauh di bawah rata-rata Jawa Barat (0,434), sementara rata-rata lama sekolah (RLS) tercatat tertinggi di provinsi yakni 11,61 tahun laki-laki dan 11,12 tahun untuk Perempuan. Berdasarkan data saat ini terdapat seluruh kelurahan di kota Bandung telah berstatus layak anak. Namun, tiga celah struktural masih perlu ditangani: Pertama, dominasi anak laki-laki dalam angka putus sekolah SD masih tinggi yakni 59%. Kedua, prevalensi kekerasan psikis tertinggi terhadap perempuan sebesar 44,38% dan anak 38,04%. Ketiga, keterlibatan organisasi perempuan yang aktif berpartisipasi dalam ruang publik. Policy brief ini merekomendasikan langkah-langkah prioritas berbasis data BPS, LKPJ, LPPD, dan Laporan UPTD PPA agar DP3APM dapat mengubah capaian agregat yang baik menjadi perlindungan yang menjangkau kelompok paling rentan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Junus J Beliu, Yusinta N. Fina, & Noveni M. Malle. (2026). Memperkuat Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan-Anak di Kota Bandung. Suara Analis Kebijakan, 4(5). Retrieved from https://sajak.lan.go.id/article/view/235

Issue

Section

Policy Brief