Penguatan Keandalan Sistem Kelistrikan Untuk Mengurangi Risiko Pemadaman Bergilir di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
Abstract
Gangguan operasional (forced outage) pada sekitar 11 pembangkit di Sistem Kelistrikan Kalimantan pada tahun 2026 menyebabkan cadangan daya sistem turun hingga sekitar 52 MW. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya keandalan sistem akibat keterbatasan reserve margin dan tingginya ketergantungan pada beberapa pembangkit, sehingga PT PLN harus menerapkan pemadaman listrik bergilir untuk menjaga keseimbangan pasokan dan beban. Dampaknya tidak hanya mengganggu kontinuitas pasokan listrik, tetapi juga menurunkan kualitas pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan produktivitas dunia usaha. Situasi tersebut memerlukan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan gangguan jangka pendek, tetapi juga pada penguatan resiliensi sistem kelistrikan. Berdasarkan analisis alternatif kebijakan, penguatan resiliensi Sistem Kelistrikan Kalimantan menjadi pilihan utama melalui peningkatan reserve margin, diversifikasi sumber energi, pembangunan pembangkit cadangan, dan penguatan jaringan transmisi. Kebijakan ini dinilai paling efektif karena mampu mengatasi akar permasalahan, meningkatkan keandalan sistem secara berkelanjutan, serta mengurangi risiko pemadaman bergilir di masa mendatang
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dewi Chandralela

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

