Pasar Rakyat Terdesak, Saatnya Beranjak!
Abstract
Pengunjung pasar rakyat di Kabupaten Tabalong terus menyusut sejak pandemi COVID-19 dengan hanya 54 persen dari 450 kios di Pasar Tanjung yang masih aktif, dengan omzet pedagang anjlok hingga 85 persen.
Kajian ini mengidentifikasi tiga akar masalah yang saling memperkuat pergeseran belanja ke platform daring,
revitalisasi yang berhenti pada perbaikan fisik, dan lemahnya tata kelola digital pasar. Empat alternatif kebijakan dinilai melalui grid analysis (Bardach, 2012) atas lima kriteria kelayakan. Hasilnya merekomendasikan Marketplace Lokal Pasar Rakyat, platform mandiri pemerintah daerah tanpa komisi pihak ketiga sebagai solusi prioritas dan quick win, didampingi revitalisasi berbasis kebutuhan pengunjung dan perluasan Pesta Bersinar sebagai penguat jangka menengah. Implementasi bertahap dari piloting di Pasar Tanjung hingga integrasi penuh ke 4 pasar besar di wilayah Tabalong diproyeksikan memulihkan okupansi kios, transaksi digital, dan omzet pedagang sebagai penggerak ekonomi kerakyatan Tabalong.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sugianoor, Muhammad Rafie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

