Penguatan Sistem Data Produksi Kehutanan Nasional

Authors

  • Alvian Purnomo Serangkaian for Research Popularization

Keywords:

Statistik kehutanan, Integrasi data, Pembangunan berkelanjutan, Tata kelola data

Abstract

Produksi kayu bulat nasional pada tahun 2025 mencapai 61,90 juta m³, sedangkan produksi kayu olahan tercatat sebesar 10,75 juta m³ dan 50,10 juta ton, dengan kecenderungan meningkat pada setiap triwulan. Data tersebut menjadi acuan dalam perumusan kebijakan hilirisasi, pelaporan pembangunan berkelanjutan, serta pemenuhan persyaratan ketertelusuran untuk pasar ekspor. Meskipun demikian, sistem statistik yang tersedia masih berorientasi pada pengukuran volume produksi, sehingga belum mampu menjawab pertanyaan mengenai besarnya nilai tambah yang dihasilkan, lokasi penciptaannya, maupun tingkat efisiensinya. Terdapat empat keterbatasan utama, yaitu penggunaan satuan ganda yang menyulitkan proses agregasi, sebesar 43,26% produksi berasal dari jenis kayu di luar klasifikasi resmi tahun 2003, belum tersedianya dimensi nilai dalam statistik yang disajikan, serta tingkat granularitas data yang masih terbatas hingga level pulau. Alternatif yang disarankan adalah menerapkan pendekatan statistik multisumber secara bertahap melalui empat pilar utama, yaitu: (1) standardisasi metrik, (2) integrasi register administratif, (3) perluasan cakupan statistik, serta (4) penguatan dimensi dan diseminasi data yang lebih granular. Implementasi dilakukan melalui peta jalan tiga tahap untuk periode 2026–2029.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Purnomo, A. (2026). Penguatan Sistem Data Produksi Kehutanan Nasional. Suara Analis Kebijakan, 4(5). Retrieved from https://sajak.lan.go.id/article/view/259

Issue

Section

Policy Brief