Fenomena Glass Ceiling: Ketika ASN Perempuan Tertahan di Tengah Jalan Karier
Abstract
Dalam beberapa tahun terakhir BKN mencatat jumlah ASN perempuan semakin mendominasi
birokrasi pemerintahan. Namun, tantangan sebagai ASN perempuan selalu ada. Salah satunya
adalah pengembangan karir ASN perempuan dalam hirarki manajemen. Metafora glass ceiling
sering digunakan untuk menggambarkan rintangan transparan, yang mencegah dan
menghambat perempuan dalam hirarki manajemen. Faktor-faktor penghambatnya
berasal individu dan keluarga, interpersonal, dan organisasi. Beberapa solusi yang ditawarkan
adalah 1) meningkatkan kapasitas gender di kalangan ASN dan pengambil kebijakan dalam
bentuk pelatihan gender mainstreaming bagi seluruh pegawai ASN secara rutin dan bersertifikasi, 2) membuat program afirmasi kepemimpinan perempuan di birokrasi melalui
pemberian quota progresif jabatan tinggi, dan melakukan program mentoring nasional untuk
calon pemimpin perempuan, 3) penguatan kesadaran sosial dan budaya melalui pembentukan standar nasional tempat kerja ramah gender dan keluarga (Gender-Responsive Workplace/GRW), dan melaksanakan kampanye edukasi sosial berbasis komunitas dan media lokal, serta 4) melakukan blind recruitment untuk seleksi jabatan struktural ASN pada tahap awal
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

