Model Adaptive Governance Dalam Pengawasan Tematik Inspektorat Daerah: Studi di Kabupaten Bolaang Mongondow
Abstract
Pengawasan tematik merupakan strategi penting dalam memperkuat akuntabilitas dan
efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Namun, pelaksanaannya di Kabupaten
Bolaang Mongondow masih menghadapi berbagai kendala, seperti dominasi pendekatan administratif, lemahnya tindak lanjut hasil pengawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan tidak terintegrasinya sistem informasi pengawasan. Policy Brief ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip adaptive governance dalam pengawasan tematik dan merumuskan model yang sesuai dengan konteks lokal.
Bahwa prinsip adaptive governance seperti kolaborasi lintas aktor, pembelajaran berkelanjutan, desentralisasi keputusan, dan fleksibilitas sistem sangat relevan dalam memperkuat pengawasan tematik. Sehingga kami merekomendasikan Model ADAPT (Agenda Setting Partisipatif, Data-Driven Risk Mapping, Action-Oriented Audit, Partnership and Learning Loop, serta Technology-Enabled Monitoring) sebagai kerangka kerja yang mampu menjawab tantangan pengawasan
tematik di tingkat daerah.
Model ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pengawasan, tetapi juga mendorong transformasi kelembagaan menuju tata kelola yang lebih adaptif dan partisipatif
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

