Lesson Learnt Perang Dagang Amerika-China Jilid 1: Perspektif untuk Memitigasi Dampak Kebijakan Tarif Resiprokal USA pada Ekonomi Daerah Provinsi Banten
Abstract
Dampak pengenaan tarif resiprokal AS menjadi ancaman bagi perlambatan ekonomi global tidak
terkecuali Indonesia. Efek berikutnya perlambatan ekonomi dapat berpengaruh pada ekonomi daerah termasuk Banten. Policy brief ini akan menganalisis dampak Tarif tersebut dan memberikan usulan rekomendasi bagi daerah untuk memitigasinya. Pengenaan tarif resiprokal
32% terhadap Indonesia dapat berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3-
0,5%, peningkatan pengangguran menjadi 8-9 juta orang, dan tingkat kemiskinan naik menjadi
10-11%, dengan dampak signifikan terhadap daerah industri tak terkecuali Provinsi Banten.
Sektor industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki menjadi sektor yang paling terdampak.
Sektor padat karya, seperti tekstil dan alas kaki, yang menjadi andalan ekspor Provinsi Banten,
berisiko terdampak serius, mengancam pencapaian target pertumbuhan ekonomi daerah
Provinsi Banten sebagaimana tercantum dalam RKP sebesar 5,6-6,2% pada 2026 jika tidak
dilakukan langkah mitigasi. Analisis dilakukan dengan pendekatan game theory. Policy brief ini
menggunakan pendekatan game theory dengan pilihan alternatif kebijakan yang dapat ditempuh
yaitu 1) do nothing dan 2) mitigasi aktif terarah dan diversifikasi pasar. Hasil analisis
merekomendasikan strategi mitigasi aktif melalui diversifikasi pasar ekspor non-tradisional, insentif fiskal untuk sektor terdampak, serta penguatan kapasitas tenaga kerja sebagai langkah optimal untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika proteksionisme global.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

