Bandung World Creative City: Strategi Branding Global Ekonomi kreatif dan Pariwisata
Abstract
Sejak Tahun 2015, Bandung memperoleh pengakuan internasional sebagai UNESCO Creative City of Design. Status ini membuka peluang besar bagi kota untuk memperluas jejaring global, meningkatkan investasi, serta memperkuat pariwisata berbasis ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif sendiri berkontribusi sebesar 7,35% terhadap PDB nasional (Kemenparekraf, 2022), dengan Bandung sebagai salah satu episentrum utama, khususnya di subsektor fesyen, desain, dan digital. Namun peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Branding global Bandung masih lemah karena ketiadaan kebijakan terpadu, sehingga citra kota di panggung internasional tertinggal dibanding kota kreatif dunia lainnya. Kondisi ini menunjukkan urgensi bagi pemerintah kota dan pemangku kepentingan untuk segera merumuskan strategi branding global yang terintegrasi.
Guna memperkuat posisi Bandung di panggung internasional, policy brief ini merekomendasikan penerapan strategi branding global yang terintegrasi melalui lima pilar utama: penyelenggaraan festival kreatif internasional tahunan dengan mengangkat dan mengintegrasikan event yang sudah ada, penguatan branding digital global, pembentukan Creative Fund Bandung untuk mendukung UMKM, integrasi ekraf–pariwisata melalui destinasi kreatif unggulan, serta diplomasi budaya melalui jejaring UNESCO Creative Cities. Penerapan langkah strategis ini sejalan dengan prioritas pembangunan Kota Bandung dalam misi Bandung UTAMA, diharapkan mampu memperkuat posisi Bandung sebagai pusat industri kreatif global, destinasi wisata berdaya saing internasional, sekaligus aktor penting dalam diplomasi budaya dunia.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

