Perspektif Marhaenisme dalam Implementasi Kebijakan Pemberdayaan dan Perlindungan Petani di Kabupaten Bima
Abstract
Kabupaten Bima merupakan salah satu lumbung jagung nasional, namun petani masih menghadapi masalah serius: kelangkaan pupuk bersubsidi, harga jagung yang jatuh di bawah HPP, lemahnya koperasi, serta dominasi tengkulak. Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani hadir untuk memberi payung hukum, tetapi implementasinya belum sepenuhnya efektif. Perspektif Marhaenisme menegaskan pentingnya menempatkan petani kecil sebagai subjek pembangunan melalui demokrasi partisipatif dan distribusi ekonomi yang adil.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

