Strategi Mitigasi Keselamatan Pelayaran
Keywords:
mitigasi, keselamatan pelayaranAbstract
Berdasarkan data aplikasi Quick Respons Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) semester satu tahun 2025, telah terjadi 450 kecelakaan kapal di seluruh wilayah perairan Indonesia. Kecelakaan kapal penumpang, kapal tanker, kapal kargo, kapal pemancing (nelayan), kapal pesiar (yacht) dan kapal tradisional yang mengalami keadaan darurat seperti hilang kontak, mati mesin, kandas, terbalik, tubrukan, tenggelam, terbakar dan man over board (MOB) serta medical evacuation (medevac) merupakan peristiwa yang harus ditangani dan ditindaklanjuti lebih lanjut. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sesuai amanah undang-undang nomor 29 tahun 2014 menjadi leading sector dalam urusan search and rescue (SAR) di Indonesia. Kecelakan kapal, kecelakaan pesawat udara, kecelakaan dengan penanganan khusus, kondisi membahayakan manusia, dan bencana menjadi tugas utama Basarnas untuk menyelenggarakan operasi SAR secara cepat, tepat, aman dan terpadu. Dalam rangka menekan angka kejadian kecelakaan kapal diperlukan langkah preventif yang nyata berupa mitigasi dan strategi peningkatan keselamatan pelayaran di Indonesia.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

