Re-orientasi Kebijakan Peningkatan Produksi Padi yang Berkearifan Lokal
Keywords:
produksi padi, kearifan lokal, pembangunan berkelanjutanAbstract
Isu krisis pangan global yang dipicu oleh laju pertumbuhan penduduk yang tidak liner dengan produksi pangan menjadi salah satu prioritas dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu memerangi bahaya kelaparan. Di sisi lain, negara-negara agraris termasuk Indonesia dihadapkan pada permasalahan perubahan iklim yang berdampak pada pola budidaya disamping efek negatif pandemi berkepanjangan. Kabupaten Kapuas yang memiliki peran esensial dalam stabilisasi penyediaan pangan khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan sekitarnya dihadapkan pada masalah stagnasi dan penurunan produksi khususnya komoditas padi. Selama puluhan tahun, kebijakan utama yaitu penggunaan varietas unggul belum mampu mengungkit produksi padi secara signifikan. Di lain pihak, sebagian besar petani memiliki preferensi yang berbeda dengan kebijakan yang bersifat top down yang disinyalir menjadi salah satu penyebab program pemberdayaan tidak bertahan lama. Untuk meningkatkan produksi padi khususnya di Kabupaten Kapuas, diperlukan kebijakan yang komprehensif merangkul kearifan lokal dan kepentingan ketahanan pangan nasional untuk dapat berkontribusi pada peningkat produksi padi yang berkualitas.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

