Fasilitator Pengasuhan Anak Usia Dini Kompeten, Kunci Generasi Unggul

Authors

  • Putri Maulidiana Sari Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Keywords:

Pengasuhan, Generasi Unggul, Anak Usia Dini

Abstract

Keluarga memegang peran penting dalam pencegahan dan penanganan permasalahan anak usia dini di Indonesia. Disinilah program Bina Keluarga Balita (BKB) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) hadir sebagai layanan penyuluhan dan pengasuhan alternatif guna meningkatkan kapasitas keluarga dan pengasuh terkait pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Keberhasilan program BKB dan TAMASYA dipengaruhi salah satunya oleh kapasitas kader atau fasilitator dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan keluarga. Saat ini, terdapat kesenjangan kompetensi antar kader dan belum adanya standar nasional kompetensi pengasuhan anak usia dini. Untuk itu diperlukan langkah percepatan standardisasi kompetensi, integrasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi pembelajaran guna memastikan setiap kader atau fasilitator memiliki pengetahuan dan keterampilan pengasuhan anak usia dini yang memadai. Policy brief ini dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas kader atau fasilitator pengasuhan anak usia dini dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan berkualitas. 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Sari, P. M. (2025). Fasilitator Pengasuhan Anak Usia Dini Kompeten, Kunci Generasi Unggul. Suara Analis Kebijakan, 3(3). Retrieved from https://sajak.lan.go.id/article/view/79