Gen Z Sebagai Akselerator Pemajuan Ekonomi Indonesia
Abstract
Bonus demografi membawa beberapa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, bonus demografi menyediakan banyak SDM tenaga kerja, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan yang harus diselesaikan. Beberapa diantaranya adalah isu pengangguran yang “menjangkiti” hampir 9,9 juta
penduduk generasi muda usia 15-24 tahun di Indonesia. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara permintaan pasar tenaga kerja dan pendidikan, atau yang biasa disebut "field of education mismatch," yang menyebabkan kurang produktifnya tenaga kerja karena mereka tidak mampu memanfaatkan
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Banyaknya Gen Z yang tidak bekerja juga berpotensi menciptakan kondisi psikologis atau masalah kesehatan mental. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, Policy Brief ini menghadirkan empat rekomendasi kebijakan yang dapat dijalankan, yaitu: ReDesain Kurikulum Pembelajaran Sekolah Menengah Sesuai Dengan Kebutuhan Industri; Menyiapkan Perusahaan Pengumpan (Internship) Untuk Menggenapi Pengalaman Kerja Lulusan Fresh Graduate; Menyiapkan Program Inkubasi Pengembangan Jiwa Kewirausahaan; dan Memperbanyak Gerakan
Inovasi Sosial Berbasis Komunitas.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

