Transformasi Digital UMKM Lhokseumawe: Dari Fragmentasi Menuju Model Ekosistem COPA+
Keywords:
transformasi digital, UMKM, Lhokseumawe, Frgmentasi, Ekosistem COPA+Abstract
UMKM di Kota Lhokseumawe sebagai penopang utama ekonomi lokal, namun masih menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan akses modal, rendahnya literasi digital, lemahnya koordinasi antar-aktor, serta kebijakan pemerintah yang belum terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM, pejabat pemerintah, komunitas, dan lembaga pendukung menunjukkan adanya fragmentasi sistem yang membuat program digitalisasi berjalan sporadis dan tidak berkelanjutan. Untuk menjawab persoalan ini, maka ditawarkan Model COPA+ (Content, Orientation, Power, Authority + Adaptif) sebagai pendekatan kebaruan. Model ini menekankan penguatan inovasi produk, branding, dan kemasan (Content); penetapan arah strategis melalui digitalisasi, kalender event UMKM, dan promosi terpadu (Orientation); pembangunan kolaborasi multiaktor melibatkan CSR, komunitas, akademisi, dan content creator (Power); penguatan legalitas, regulasi, dan insentif yang adil (Authority); serta dimensi adaptif yang responsif terhadap perubahan digital, ekspansi retail modern, dan kebutuhan generasi muda. Rekomendasi utama dari policy brief ini adalah pendirian UMKM Center berbasis digital, perluasan akses pelatihan, penguatan regulasi CSR, dan penciptaan kalender event UMKM yang konsisten sebagai upaya membangun ekosistem UMKM yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suara Analis Kebijakan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

